Bukber Siloka – Patrah KBI – Garda Patrah dalam Rangka Memperingati Haul Sultan Hasanudin Banten, 11 Juni 2018 (Ramadhan 1439H)

Buka puasa bersama keluarga besar Lembaga Masyarakat Pelestari Budaya Banten Siloka (Silaturahmi Golok Pusaka), PATRAH KBI dan Garda Patrah KBI pada hari Senin tanggal 11 Juni 2018 di Saung Golok Gede Kp. Citaman Ciomas Banten dalam rangka memperingati haul Sultan Hasanudin Banten ke 448 dengan mengusung tema “Sebagai Insan Kamil Menjadikannya Marwah Banten untuk Agama,

Silahkan berbagi :

Profil Tokoh: KH. Tubagus Ahmad Chatib al-Bantani

K.H. Tubagus Ahmad Chatib bin Wasi’ al-Bantani[1] atau Tubagus Ahmad Chatib (lahir di Pandeglang, Banten, 1885 – meninggal di Pandeglang, Banten, 19 Juni 1966 pada umur 80–81)[2] adalah seorang ulama, pejuang, dan perintis kemerdekaan Republik Indonesia dari Banten. Pada tanggal 19 September 1945 Soekarno, selaku Presiden Republik Indonesia mengangkat Ahmad Chatib menjadi Residen Banten. Pada masanya, Ia juga pernah menduduki jabatan penting lain di pemerintahan Indonesia seperti Dewan Pertimbangan Agung, Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPRGR), bahkan pernah menduduki

Silahkan berbagi :

PROFIL SRIKANDI PATRAH KBI

Srikandi Patrah KBI merupakan salah satu divisi dalam struktur organisasi Persatuan Trah Kesultanan Banten Indonesia (PATRAH KBI) yang resmi berdiri sejak tanggal 24 November 2017. Nama atau sebutan Srikandi dalam kebudayaan Indonesia diasosiasikan dengan sosok wanita pejuang yang tangguh dan berani. Sosok Srikandi dalam kisah pewayangan adalah istri salah satu ksatria dari Pandawa Lima yaitu

Silahkan berbagi :

Gelar Keluarga Kesultanan dan Sistem Jabatan Bangsawan Banten

(Diterjemahkan dari  Tesis Doktor, penulis: Dinar Bontharm, B.A (Chulalongkorn), M.A. (London) – The University of Hull, “The Sultanate of Banten AD 1750-1808: A social and cultural history, Chapter 3 sub chap 4) Jabatan dan gelar lazim digunakan sebagai susunan hirarki, prioritas, peran dan tanggung jawab seseorang dilingkungan masyarakatnya. Di negara-negara Asia Tenggara sejak dahulu sampai

Silahkan berbagi :

Deskripsi Tentang Banten Lama

A.  TATA LETAK DAN PERKEMBANGAN KOTA KESULTANAN BANTEN Sebagaimana layaknya sebuah kota Islam, Banten Lama juga memiliki beberapa ciri yang secara umum ditemukan pada kota-kota Islam yang sejaman di beberapa bagian dunia. Pusat-pusat kegiatan kemasyarakatan yang terpenting ─ sebagaimana masyarakat muslim di Indonesia, Afrika, dan negara-negara Arab ─ kota Islam memiliki ciri dengan adanya istana, pasar-pasar dan masjid-masjid. Pemukiman dibagi menurut pekerjaan

Silahkan berbagi :

PERAN ULAMA DI TUBUH KESULTANAN BANTEN

Dalam perkembangan kesejarahan Banten peran ulama sejak berdirinya Kesultanan Banten sangatlah menentukan. Bahkan berdirinya kesultanan Banten itu sendiri didahului dengan motif penyebaran agama dan menolak kehadiran Portugis ─ yang gigih menghancurkan Islam dalam semangat Perang Salib. Pendiri kesultanan Banten pun, Syarif Hidayatullah, adalah seorang ulama yang kemudian dilanjutkan oleh anaknya, Pangeran Hasanuddin, juga seorang da’i yang

Silahkan berbagi :

Kesultanan Banten di Masa Kekuasaan Penjajah

Akibat politik adu-domba yang dilakukan kompeni Belanda di Banten, maka perang dalam tubuh keluarga pun sulit terelakkan lagi. Dengan bantuan personil tentara kompeni, melalui tipu daya licik, akhirnya Sultan Ageng Tirtayasa dapat ditangkap dan dipenjarakan sampai meninggalnya. Sultan Haji mau tidak mau harus bersedia menandatangani perjanjian damai dan pembayaran kerugian perang yang telah dikeluarkan kompeni.

Silahkan berbagi :
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.