Bukber Siloka – Patrah KBI – Garda Patrah dalam Rangka Memperingati Haul Sultan Hasanudin Banten, 11 Juni 2018 (Ramadhan 1439H)

Buka puasa bersama keluarga besar Lembaga Masyarakat Pelestari Budaya Banten Siloka (Silaturahmi Golok Pusaka), PATRAH KBI dan Garda Patrah KBI pada hari Senin tanggal 11 Juni 2018 di Saung Golok Gede Kp. Citaman Ciomas Banten dalam rangka memperingati haul Sultan Hasanudin Banten ke 448 dengan mengusung tema “Sebagai Insan Kamil Menjadikannya Marwah Banten untuk Agama,

Silahkan berbagi :

PROFIL SRIKANDI PATRAH KBI

Srikandi Patrah KBI merupakan salah satu divisi dalam struktur organisasi Persatuan Trah Kesultanan Banten Indonesia (PATRAH KBI) yang resmi berdiri sejak tanggal 24 November 2017. Nama atau sebutan Srikandi dalam kebudayaan Indonesia diasosiasikan dengan sosok wanita pejuang yang tangguh dan berani. Sosok Srikandi dalam kisah pewayangan adalah istri salah satu ksatria dari Pandawa Lima yaitu

Silahkan berbagi :

PROFIL GARDA PATRAH KBI

Garda Patrah KBI adalah salah satu unit divisi di bawah organisasi PATRAH KBI yang  didirikan pada tanggal 18-08-2017. Garda Patrah KBI merupakan barisan pengamanan dan pelestari seni budaya warisan leluhur Banten seperti kesenian debus, pencak silat terumbu, bandrong, singa manda, dll yang berlandaskan akidah ahlussunnah waljamaah yang siap menjadi pembela Ulama, bangsa dan NKRI. Garda

Silahkan berbagi :

Percantiklah Bathinmu Lebih Dari Mempercantik Dzohirmu

وعليك) يا أخي بإصلاح سريرتك) حتى تصير خيراً من علانيتك الصالحة، وذلك لأن السريرة موضع نظر الحق، والعلانية مطمح نظر الخلق، وما ذكر الله تعالى السر والعلن في كتابه إلا وبدأ بذكر السر وكان من دعائه عليه الصلاة والسلام: “اللهم اجعل سريرتي خيراً من علانيتي واجعل علانيتي صالحة” ومتى صلحت السريرة صلحت العلانية لا محالة،

Silahkan berbagi :

Kesultanan Banten di Masa Kekuasaan Penjajah

Akibat politik adu-domba yang dilakukan kompeni Belanda di Banten, maka perang dalam tubuh keluarga pun sulit terelakkan lagi. Dengan bantuan personil tentara kompeni, melalui tipu daya licik, akhirnya Sultan Ageng Tirtayasa dapat ditangkap dan dipenjarakan sampai meninggalnya. Sultan Haji mau tidak mau harus bersedia menandatangani perjanjian damai dan pembayaran kerugian perang yang telah dikeluarkan kompeni.

Silahkan berbagi :

SEJARAH KESULTANAN BANTEN

MASA PEMERINTAHAN KESULTANAN BANTEN A. MAULANA HASANUDDIN (1552 – 1570) Dalam Babad Banten menceritakan bahwa Sunan Gunung Jati dan putranya, Hasanuddin, datang dari Pakungwati (Cirebon) untuk mengislamkan masyarakat di daerah Banten. Mula-mula mereka datang di Banten Girang, lalu terus ke selatan, ke Gunung Pulosari, tempat bersemayamnya 800 ajar yang kemudian semuanya menjadi pengikut Hasanuddin. Di lereng Gunung

Silahkan berbagi :

SULTAN AGENG TIRTAYASA

Asal Usul Sultan Ageng Tirtayasa Apabila kita pergi bertamasya ke sebuah tempat, 10 Km di sebelah utara kota Serang, yaitu tempat yang dalam masa-masa sejarahnya terkenal dengan nama Banten, maka akan tampaklah di sana-sini puing-puing bekas keraton, benteng-benteng, toko-toko, meriam-meriam kuno, jembatan rante dan sebagainya. Malahan di antara bangunan-bangunan lama itu ada pula yang masih tegak berdiri,

Silahkan berbagi :
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.