Syarat Pengajuan Untuk Penelitian Silsilah Nasab Trah Kesultanan Banten di Persatuan Trah Kesultanan Banten (PATRAH)

A. Teknis Pengajuan:
1. Pemohon mengisi biodata lengkap pada formulir yang disediakan pengurus PATRAH dan melampirkan silsilah lengkap garis laki-laki (patrilineal) dari pemohon sampai ke salah satu Sultan Banten. Formulir dilengkapi dan ditandatangani oleh pemohon dan 2 (dua) orang saksi dari keluarga besarnya.
2. Pemohon yang berdomisili di luar wilayah Banten dan DKI Jakarta maka formulir permohonan penelitian harus disertai dengan surat rekomendasi dari cabang PATRAH terdekat.
3. Melampirkan fotocopy KTP, Kartu Keluarga (KK) dan Akte Kelahiran masing-masing 1 (satu) lembar.
4. Melampirkan pas photo terbaru ukuran 3×4 sebanyak 2 (dua) lembar.
5. Pemohon menuliskan nama-nama saudaranya, nama saudara-saudara ayahnya, dan nama saudara-saudara kakeknya dengan lengkap dan benar.
6. Bagi pemohon yang salah satu keluarga besarnya telah memiliki silsilah yang sudah dilegalisasi oleh PATRAH, agar melampirkan fotocopy silsilah tersebut (misalnya KTA atau silsilah dinding yang diterbitkan oleh PATRAH).
7. Membayar biaya pengganti formulir pengajuan sebesar Rp. 50.000,-.
8. Biaya proses penelitian secara keseluruhan menjadi tanggung jawab pemohon (kisaran biaya disesuaikan dengan jarak lokasi penelitian)
9. Pembuatan KTA berilsilah ataupun Silsilah Dinding dapat diajukan bilamana pemohon dinilai telah memenuhi persyaratan-persyaratan diatas.

B. Teknis Penelitian Secara Umum:
1. Pemohon yang keluarga besarnya tidak dalam kategori masyhrun nasab, harus:
a) melampirkan data otentik berupa buku catatan silsilah yang berusia lama yang menjadi pegangan keluarga besar pemohon.
b) Mengetahui lokasi keberadaan makam-makam mulai dari makam kakek (bila sudah meninggal) sampai ke kakeknya kakek (canggah)
c) Bila pemohon tidak bisa menunjukkan persyaratan (a) dan (b), maka pengajuan pemohon untuk penelitian nasab belum dapat ditindaklanjuti.
2. Pemohon harus mempertemukan sesepuh dikeluarga besarnya dengan tim peneliti nasab dari Naqobah PATRAH untuk memperlancar penelitian lebih lanjut.

CATATAN:
Perlu diketahui bahwa Pendataan dan Pencatatan nasab di kesultanan Banten dimulai pada zaman Sultan Abul Mafakhir Mahmud Abdul Qodir Kenari yang dilaksanakan oleh Qadhi’il Qudhat (Hakim Agung Kesultanan) dari masa ke masa kesultanan Banten. Pedataan dan Pencatatan di Kesultanan Banten memiliki perbedaan metodologi dengan lembaga pencatatan nasab lain yang ada di Indonesia. Setelah kekosongan kesultanan Banten, Pendataan dan Pencatatan nasab hanya dilaksanakan oleh keluarga besar masing-masing keturunan Sultan Banten dan tidak terbukukan lagi secara utuh seperti sebelumnya, sehingga Naqobah PATRAH menganggap perlu untuk dilakukan penelitian ulang terhadap silsilah-silsilah nasab yang tersebar di masing-masing keluarga besar tersebut untuk menghindari penyelewengan / pencangkokan nasab dari pihak-pihak yang memiliki kepentingan. Pembahasan lebih rinci terkait sejarah Pendataan dan Pencatatan nasab di kesultanan Banten akan dijelaskan secara terpisah.

Silahkan berbagi :
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.