Profil Tokoh: KH. Tubagus Ahmad Chatib al-Bantani

K.H. Tubagus Ahmad Chatib bin Wasi’ al-Bantani[1] atau Tubagus Ahmad Chatib (lahir di Pandeglang, Banten, 1885 – meninggal di Pandeglang, Banten, 19 Juni 1966 pada umur 80–81)[2] adalah seorang ulama, pejuang, dan perintis kemerdekaan Republik Indonesia dari Banten. Pada tanggal 19 September 1945 Soekarno, selaku Presiden Republik Indonesia mengangkat Ahmad Chatib menjadi Residen Banten. Pada masanya, Ia juga pernah menduduki jabatan penting lain di pemerintahan Indonesia seperti Dewan Pertimbangan Agung, Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPRGR), bahkan pernah menduduki kursi MPRS dan BPPK.[3]

Residen Banten

Pada pertengahan bulan September 1945, diadakan perundingan dengan para tokoh masyarakat Kabupaten Serang di kediaman Zulkarnain Suria Kartalegawa, di antaranya dengan Kiai Haji Ahmad Chatib dan Kiai Haji Syam’un. Dalam perundingan tersebut dibicarakan pembagian tugas pemerintahan di Banten, para pemuda kemudian mengusulkan kepada Pemerintah Republik Indonesia agar segera mengangkat Kiai Haji Ahmad Chatib sebagai Residen Banten yang menangani administrasi dan pemerintahan sipil di Banten, serta Kiai Haji Syam’un untuk menangani segala unsur militer.[4]

Setelah dilantik sebagai Residen Banten, K.H. Amad Chatib menunjuk Zulkarnaen Suria Kertalegawan menjadi Wakil Residen. Untuk mengisi jabatan bupati di daerah Serang, Pandeglang dan Lebak, K.H. Ahmad Chatib meminta para bupati lama untuk sementara tetap dalam jabatan dan meneruskan tugasnya. Sementara Kiai Haji Syam’un yang ditunjuk menangani bidang militer segera mewujudkan pembentukan Badan Keamanan Rakyat di Banten. Yang menjadi anggota BKR di Banten ini antara lain adalah bekas anggota PETA, Heiho, Hizbullah, Sabilillah, API, dan bentuk kelaskaran lainnya.[4]

Peranan

Selain peran K.H. Tubagus Ahmad Chatib dalam roda pemerintahan negara, dalam usahanya memajukan agama dan umat ia mencetuskan berdirinya Majelis Ulama, Perusahaan Alim Ulama (PAU), serta mendirikan perguruan tinggi seperti Universitas Islam Maulana Yusuf yang di kemudian hari berganti nama menjadi IAIN Sunan Gunung Jati, Banten.

Untuk mengenang jasa-jasanya, Dinas Sosial Provinsi Banten melalui Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah mengusulkan K.H. Tb. Ahmad Chatib untuk ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia.[5][6]

Tandatangan

Catatan kaki

  1. ^“DINAS SOSIAL PROVINSI BANTEN | Ahmad Chatib Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional”. bantenprov.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-05-05.
  2. ^Administrator (2017-04-29). “Tb Ahmad Chatib Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional”. co.id
  3. ^“Mengenal Sosok KH Tubagus Achmad Chotib, Residen Banten Pertama – LENSAPENANEWS”.
  4. ^a b “Banten Pada Masa Awal Kemerdekaan Republik Indonesia” (PDF). 2014-12-25.
  5. ^“Tubagus Akhmad Khatib Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional : Okezone News”. okezone.com
  6. ^Mulyadi (2016-11-13). “Ini Tiga Tokoh Dari Banten yang akan Diusulkan Mendapat Gelar Pahlawan”. Ini Tiga Tokoh Dari Banten yang akan Diusulkan Mendapat Gelar Pahlawan

Sumber: Wikipedia

Silahkan berbagi :

Silahkan berbagi Postingan ini !

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.