PROFIL SRIKANDI PATRAH KBI

Srikandi Patrah KBI merupakan salah satu divisi dalam struktur organisasi Persatuan Trah Kesultanan Banten Indonesia (PATRAH KBI) yang resmi berdiri sejak tanggal 24 November 2017.

Nama atau sebutan Srikandi dalam kebudayaan Indonesia diasosiasikan dengan sosok wanita pejuang yang tangguh dan berani. Sosok Srikandi dalam kisah pewayangan adalah istri salah satu ksatria dari Pandawa Lima yaitu Pangeran Arjuna. Srikandi dikenal sebagai prajurit wanita yang pernah menjadi panglima perang dalam perang Baratayudha yang mampu mengalahkan kekuatan terhebat pihak Kurawa yaitu Bhisma. Sehingga tepatlah kiranya sebutan Srikandi dalam bahasa Indonesia menjadi sebutan/nama yang merepresentasikan ketangguhan dan peran wanita dalam kehidupan masyarakat, bangsa dan negara.

Islam memberikan tempat yang mulia bagi wanita. Dalam Islam tidak ada satu pun hal yang dapat digunakan sebagai dalih untuk meremehkan peran wanita berkenaan dengan kodrat dan fitrahnya sebagaimana yang dijelaskan dalam ayat berikut ini :

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allāh dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allāh; Sesungguhnya Allāh Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. al-Taubah :71)”

Wanita dalam Islam memiliki peran amat besar dalam kehidupan masyarakat dan agama. Tanpa keberadaan wanita, kehidupan di dunia tidak akan berjalan semestinya karena wanita adalah pencetak dan pendidik utama generasi yang baru. Apabila di muka bumi ini hanya ditinggali oleh laki-laki, maka mungkin kehidupan sudah berakhir sejak zaman dahulu. Oleh sebab itu, keberadaan dan peran wanita tidak bisa diremehkan dan diabaikan, karena sesungguhnya dibalik semua rangkaian kejayaan dan keberhasilan di situ pasti ada peran penting kaum wanita. Wanita memiliki peranan penting dalam kehidupan keluarga ekonomi, politik, pendidikan, agama dan sosial budaya.

Tidaklah berlebihan bila dikatakan dalam sebuah ungkapan hikmah:
المراة عماد البلا د اذا صلحت صلحت البلا د واذا فسدت فسدت البلا د
wanita adalah tiang Negara, apabila wanita itu baik maka Negara akan baik, dan apabila wanita itu rusak, maka Negara akan rusak pula
Hal-hal diataslah yang melatarbelakangi pendirian Srikandi Patrah KBI yaitu tekadnya untuk menjadi wadah pemersatu kaum muslimah khususnya dari keluarga-keluarga dzuriat yang terpisah jarak,  tanpa mengesampingkan peran dan tanggungjawabnya masing-masing di rumahtangga sebagai seorang ibu,  istri atau anggota keluarga. Ketua Srikandi Patrah yaitu Ratu Iis Istiqomah menuturkan, visi misi Srikandi Patrah KBI yang paling utama adalah membantu kegiatan-kegiatan Patrah KBI dalam kapasitasnya sebagai wanita dan mempererat silaturahim antar dzuriat melalui kinerja positif dan semangat kebersamaan dalam menjaga marwah dzuriat kesultanan Banten.
Dalam sejarah kesultanan Banten, terdapat banyak nama tokoh-tokoh pejuang muslimah dari kalangan dzuriat Banten.  Sebut saja diantaranya Nyi Mas Gamparan yang memimpin pendekar2 srikandi Banten melawan Belanda yang dikenal dengan perang Cikande sekitar tahun 1829-1830, Nyimas Melati yang dijuluki Singa Betina yang turut serta dalam peperangan melawan Kompeni ataupun Nyi Kamilah seorang da’iyah sekaligus dzuriat kesultanan Banten dimana bukti perjuangannya terabadikan dalam situs sejarah batu prasasti Cimuruy yang bertuliskan kaligrafi di Pandeglang; beliau telah menyiapkan putra2nya melawan penjajah untuk mengembalikan kejayaan kesultanan Banten pada masa Sultan Muhammad Syifa Zainul Arifin. Dan banyak lagi yang tidak disebutkan namanya  namun jelas jasa dan kontribusinya dalam mencetak ulama-ulama,  negarawan dan pejuang kesultanan Banten yang kesemuanya tidak lepas dari peran “ganda”  para “Srikandi” muslimah yang mengalir darah  ummahatul mu’minin dimasa awal-awal perjuangan Islam; diantaranya Sayyidatina Khodijah dan Sayyidatina Fathimah radliyallahu ‘anhuma dalam membantu perjuangan dan da’ wah Rasulullah SAW sebagai rahmatan lil ‘alamin.

Bercermin dari itu semua,  Srikandi Patrah KBI yang memiliki alamat sekertariat di Perumnas Bumi Cibeber Kencana Cibeber Cilegon ini,  bertekad membantu melanjutkan cita-cita para leluhur dalam menjaga dan melestarikan budaya luhur bangsa dengan  berasaskan Islam ahlusunnah wal jamaah, sejalan dengan visi misi Patrah KBI.

Ketua Srikandi patrah KBI yang biasa dipanggil teteh Ratu Istiqomah selain menjadi Ibu rumahtangga, Srikandi ini kesehariannya adalah pegawai negri di Dinas Pariwisata Seni dan Budaya. Tidak hanya itu, beliau juga aktif di FKPPI (Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan Indonesia) Cilegon,  LSM Gapura Banten Rawa Arum Cilegon dan juga ada dalam kepengurusan Garda Patrah KBI. Dalam organisasi Srikandi Patrah KBI,  beliau didampingi Tatu Roilah sebagai Wakadiv Srikandi Patrah KBI.  Teh Tatu (begitu panggilan kesehariannya) bekerja sebagai Lurah di Padarincang Banten.

 

 

 

 

 

 

 

 

Berikut ini susunan pengurus Srikandi Patrah KBI:

KETUA: RATU IIS ISTIQOMAH
WAKIL: TATU ROILAH
SEKJEN: RATU EHA TACRI
BENDAHARA 1: RATU DEWI FATIMATUZAHRO
BENDAHARA 2: RATU FARIDHO

Para “srikandi” muslimah dzuriat di Banten maupun diluar Banten yang ingin bergabung, mendaftar atau bersilaturahim dengan Srikandi Patrah KBI dapat menghubungi nomor 081807151641 atau 089665582137.

Ratu Iis Istiqomah dan keaktifannya di FKPPI

 

 

 

 

 

 

Foto para Srikandi Patrah di kesultanan Maulana Yusuf Pakalangan Gede

 

 

 

 

 

Foto Ketua dan Wakil Srikandi Patrah  bersama jajaran pengurus Patrah KBI dalam usai rapat umum Pengurus di kantor LBH KBI Tangsel / Divisi Hukum Patrah KBI.

Silahkan berbagi :

Silahkan berbagi Postingan ini !

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.