PENTINGNYA MEMPELAJARI ILMU NASAB

KEUTAMAAN MEMPELAJARI ILMU NASAB

Di antara kegunaan mempelajari ilmu nasab adalah : Pertama, mengetahui nasab nabi Muhammad saw yang merupakan suatu keharusan untuk sahnya iman. Ibnu Hazm berkata : diantara tujuan mempelajari ilmu nasab agar seseorang mengetahui bahwasanya nabi Muhammad saw diutus oleh Allah swt kepada jin dan manusia dengan agama yang benar, Dia Muhammad bin Abdullah al-Hasyimi al-Quraisy lahir di Makkah dan hijrah ke Madinah. Siapa yang mempunyai keraguan apakah Muhammad saw itu dari suku Quraisy, Yamani, Tamimi atau Ajami, maka ia kafir yang tidak mengenal ajaran agamanya.

Kedua, sesungguhnya pemimpin itu berasal dari suku Quraisy. Berkata Ibnu Hazm : Dan tujuan mempelajari ilmu nasab adalah untuk mengetahui bahwa seseorang yang akan menjadi pemimpin harus anak cucu Fihr bin Malik bin Nadhir bin Kinanah.

Ketiga, untuk saling mengenal di antara manusia, hingga kepada keluarga yang bukan satu keturunan dengannya. Hal ini penting untuk menentukan masalah hukum waris, wali pernikahan, kafaah suami terhadap istri dalam pernikahan dan masalah wakaf.

Dari Abu Dzar al-Ghifari, Rasulullah saw bersabda:
“Tidaklah seorang yang mengaku bernasab kepada lelaki yang bukan ayahnya, sedangkan ia mengetahuinya maka ia adalah seorang kafir. Dan siapa yang mengaku bernasab kepada suatu kaum yang bukan kaumnya, maka bersiaplah untuk mengambil tempat duduknya di neraka’.
Berkata al-Hafidz al-Sakhawi dalam kitab al-Ajwibah al-Mardhiyah, diriwayatkan oleh Abu Mus’ab dari Malik bin Anas, : Siapa yang menyambung nasabnya kepada keluarga Nabi saw (dengan cara yang bathil) maka orang tersebut harus diberi hukuman dengan pukulan yang membuat dia bertobat karenanya.”

Dari Said bin Abi Waqqas, Rasulullah saw bersabda:
“Siapa yang mengaku bernasab kepada yang bukan ayahnya di dalam Islam, sedangkan ia mengetahui bahwa itu bukan ayahnya, maka surga haram baginya”.

Dalam kitab Nihayah al-Arab, syekh al-Qalqasyandi berkata :
“Bukan rahasia lagi bahwa mempelajari ilmu nasab, ada hal yang difardhukan bagi setiap orang, ada yang tidak, dan ada pula yang dianjurkan. Misalnya mengenali nasab nabi kita, mengenali nasab-nasab orang lain dan agar tidak salah dalam memberlakukan hukum waris, wakaf maupun diyat. Seseorang yang tidak mempelajari ilmu nasab, sudah pasti ia akan salah bertindak terutama dalam hal-hal yang berkaitan dengan masalah-masalah di atas”.

Dengan demikian jelaslah bahwa ilmu nasab adalah suatu ilmu yang agung yang berkaitan dengan hukum-hukum syara’. Siapa saja yang mengatakan bahwa mempelajari ilmu nasab itu tidak memberi manfaat dan tidak mengetahuinya pun tidak membawa mudarat, maka sesungguhnya mereka telah menghukum diri mereka sendiri melalui syetan yang selalu memperdayanya dengan menghiasi amalan mereka.

Silahkan berbagi :

Silahkan berbagi Postingan ini !

14 Komentar

  1. Oban husaeni mubarok

    Reply

    Asalamu alaikum
    Saya mau cerita menurut kakek dan keluarga saya.
    Keluarga kami berasal dari keturunan mbah nursalim /tubagus beo/pangeran suralaya.
    Dari garis keturunan mbok nida (cucu tubagus nursalim) kemudian sampai ke buyut suhaeni kemudian eha (nenek saya)kemudian husnudin(bapa saya).

    Saya pernah bertanya kepada bapak saya
    Kenapa semua keluarga tidak memakai gelar tubagus & ratu.

    Jawabannya
    1. Kita di bagian terluar dan bisa di bilang kuricak / rendah (tidak/belum diakui)
    2. Tidak ada legalitas berupa sertifikat yg menyatakan bahwa keluarga kami memiliki nasab ke mbok nida hingga tb.nursalim.
    3. Sing bener bae ibadah ka alloh

    Tapi saya merasa penasaran.
    Benarkah kami bernasab sampai ke mbah nursalim ?
    legalkah kami memakai gelar tubagus ataupun ratu.. sementara kami bukan pejabat..bukan ulama..juga bukan ustadz.. kami berbaur dg masyarakat umum..dan menjadi salah satu bagian dari mereka.

    Terimakasih
    Wasalamu alaikum

  2. administrator

    Reply

    و عليكم السلام ورحمة الله وبركاته

    Salam silaturahim dan salam persaudaraan Kang Oban Husaeni Mubarok.

    Gelar Tubagus (Ratubagus) untuk laki-laki ataupun Ratu untuk perempuan adalah gelar yang berasal dari Banten yang umumnya disandang oleh mereka yang berdarah keturunan Sultan Banten secara patrilineal yaitu nasab kepada garis laki-laki mulai dari ayah, kakek, bapak dari kakek dan dari garis laki-laki seterusnya hingga ke Sultan Banten. Memang terdapat sebagian orangtua-orangtua dahulu yang walaupun memiliki nasab yang tersambung kepada Maulana Hasanuddin bin Syarif Hidayatullah, namun karena kehati-hatian, ketawadu’annya ditambah latar belakang sejarah dimasa penjajahan belanda yang menjadi faktor lain, mereka cenderung mengedepankan akhlak, ilmu, da’wah dan ibadah dan tidak terlalu menonjolkan nasabnya kepada anak cucunya maupun kepada masyarakat luas saat itu, supaya anak cucunya tidak ujub dan terlena dengan nasab tanpa lebih dahulu dibekali dengan ilmu dan ketakwaan. Bahkan tidak sedikit yang tidak lagi menggunakan gelar keturunan tersebut supaya bisa lebih berbaur dengan masyarakat umum lainnya. Kendati demikian umumnya mereka (para orangtua dahulu yang masih ada garis keturunan Sultan Banten) ataupun kerabatnya masih menyimpan catatan silsilah keluarga besarnya hingga ke Sultan Banten dimana catatan silsilah tersebut secara turun temurun disampaikan kepada penerusnya supaya dapat tetap terjaga dan tidak disalahgunakan dikemudian hari.

    Allahu a’lam.

  3. asah asih asuh

    Reply

    Assalamualaikum warohmatulloh wabarokaatuhu….saya mau tanya,,saya memili silsilah mbah tubagus nursalim dari jalur mbim rumi ” anak mbah tubagus nursalim dari istri ketiga…..saya ingin menajukan anghota patrah,tp tak bukan dari jalur pria apkh bisa

  4. administrator

    Reply

    Wa’alaykumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Menjawab pertanyaan Saudara “Asah Asih Asuh” diatas, pengurus PATRAH menerima dengan terbuka keanggotaan untuk saudara/saudari yang memiliki ikatan kekerabatan/keturunan kesultanan Banten walaupun bukan dari jalur pria . Admin telah mengirimkan formulir persyaratan ke alamat email Saudara.
    Semoga dapat berlanjut silaturahminya. Aamiin.

    Terimakasih
    Wassalam,
    Web Admin Patrah

  5. Lukman Mahdi DzulMahasin

    Reply

    Assalamualaikum salam persaudaraan
    Saya ingin menanyakan apakah ada lembaga yang dzuriyat kesultanan banten saat ini
    Saya bernasab dari jalur ayah saya dari sultan maulana yusuf
    Tetapi keluarga saya memakai gelar MAS bukan tubagus
    Mohon bisa dijelaskan perbedaan gelar MAS dan Tubagus admin
    Wassalam
    Terima kasih
    Salam persaudaraan

  6. administrator

    Reply

    Wa’alaykumsalam…

    Salam silaturahim di situs resmi PATRAH (Persatuan Trah) Kesultanan Banten, Patrah KBI adalah sebuah organisasi yang bertujuan untuk menjadi salah satu wadah pemersatu trah dan dzuriat kesultanan Banten yang memiliki legalitas hukum. Silahkan klik menu profil dan Visi Misi untuk informasi umum seputar Patrah.
    Saudara sampaikan bahwa keluarga Sdr memakai gelar Mas dan bukan Tubagus. Sebelum menjawabnya, barangkali Sdr tidak berkeberatan untuk menyebutkan catatan jalur silsilah keluarga sampai ke Maulana Yusuf?

    Syukron Jazakumullah

  7. ahmad zakaria

    Reply

    Assalamu’alaikum… saya mau tanya kepada trah kedultanan banten..semasa hidupnya kakek saya beliau selalu bilang jng lupakan atau tinggalkan banten dan beliau juga selalu menyebut makam abdul mufakhir muhammad aliyudin…di benak saya ada hubungan apa kakek dengan banten dan makam abdul mufakhir muhammad aliyudin…saking penasaran saya ziarah k makam tersebut dan saya di sambut dengan kuncen setempat..kuncen pun bilang bawa makam tersebut telah menunggu kedatangan saya dan kluarga saya pun sempat heran dan bingung…yg saya tanyakan saya ingin tau keturunan sulthon abdul mufakhir Muhammad aliyudin kebawahnya…nasab saya ahmad zakaria bin sulaeman bin salman bin nurjaman bin abdurohim…

  8. Reply

    Assalamu’alaikum kepada admin trah kesultanan banten..saya mau tanya semasa hidup kakek saya sering berwasiat jangan lupakan dan tinggalkan banten dan semasa hidupnya pun beliau sering berziarah k makam banten sampai beliau sering menyubut makam yg bernama sulthon abul mufakhir muhammad aliyudin…dan saya punya nasab sampe k abdurohim yg di panggil eyang klitik…apakah ada hubungannya kakek abdurohim dengan sulthon abul mufakhir muhammad aliyudin…dan saya ingin tau keturunan sulthon abul mufakhir muhammad aliyudin k bawahnya…

  9. Reply

    Assalamualaikum perkenalkan nama saya Entus suhendi tinggal di jakarta saya mau bertanya apa prabu lingga westu itu masih ada keturunan dari sultan hasanudin mohon penjelasan nya

  10. Tb Danial Suhendar

    Reply

    Assalamualaikum Salam Persaudaraan,
    nama saya Tb.Danial suhendar , ingin bertanya tentang silsilah keluarga saya , karena saya selalu menanyaakan kpd ayah+kakek dan kaka dari ayah saya selalu menjawab cari sendiri dengan cara kamu sendiri .
    Nama ayah saya Tb.Dede Rochman , Kakek saya Alm.Tb.Emed Rengganis dn buyut saya Alm.Tb.Enggus Rengganis ,
    Alm buyut saya Dimakamkan di Taman makam pahlawan CIBEUREM PANDEGLANG .
    selalu pertanyaan melintas di pikiran apakah saya benar ada silsilah nya sampai keatas atau hanya gelar buyut karena beliau seorang pejuang .

    Jazakallahu Khairan

  11. Reply

    السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

    Alhamdulillah, Saya Sangat Setuju dengan Jawaban Admin 9 Agustus 2018. Kakek Kami Tubagus Ishaq Atmakusuma, Beliau Merahasiakan Gelar dan Nasab nya, Karena di Jaman Belanda Para Tubagus di Monitor pergerakan nya, Karena Sejarah menyatakan, Kesultanan Banten pecah oleh Politik Belanda di Zaman Kekuasan Sultan Ageng Tirtayasa.
    Kakek Kami Tubagus Ishaq Atmakusuma Rajin Tholabul ilmi kepada para Guru – guru dan kisah ini di sampaikan berulang – ulang oleh Ibu Kami. Hari ini Fam Tubagus Atmakusuma mendominasi di Dunia Pendidikan dan Kodekteran di Indonesia.
    Ibu Kami berpesan Belajar saja agama dengan sungguh – sungguh in syaa Alloh kita nanti di kumpulkan di Akhirat dan di Surga nya Alloh Subhanahu Wata’ala.

    Dari Putra – Putri Kakek Kami Tubagus Ishaq Atmakusuma lahir Ibunda kami, Hj Tien Chusniah binti Ishaq, Tante Yeti dan Aa Hani. Di akui oleh Paman Kami AA Hani, Sifat Ibu Kami Hj. Tien Chusniah mirip dan persis ke Kakek Kami Tubagus Ishaq Atmakusuma.
    Dan hari ini Cucu nya dari Hj Tien Chusniah Atmakusuma merantau belajar kepada Para Masyaikh di Mesir salah satu nya adalah DR Syaikh Sayyid Ibrahim Amin bin Ya’qub Hafidzhahullohu dan Bermulazamah – Mengaji Al Qur’an, Fushah, Al Hadits, Dan Mohon Do’a nya untuk Mengambil Sanad -sanad yang bersambung sampai ke Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam.

    sebagai Catatan : Sunan Gunung Jati adalah Nasab nya dari Cucu – cucu Rasulullah sallallahu Alaihi Wasallam yang bernasab ke Sayyidina Husein di Mesir – Dan kami Alhamdulillah dapat menziarahi Dzurriat Sayyida Al Husein di Cairo – Mesir dan ziarah Ke Rasululloh Sallallahu Alaihi Wasallam di Madinah.

  12. Alfaqir

    Reply

    Asaalamu’alaikum wr. wb
    Saya ingin bertanya, apa bisa di telusur nasabnya tanpa kita memiliki buku nasab yang lama?
    Teeimakasih..

    • administrator

      Reply

      Bisa saja. Namun (untuk mengindari bermunculannya klaim sepihak) hasil penelusuran tersebut tetap harus diteliti ulang dan divalidasi oleh Naqib yang berkompeten dan maushulah (tersambung) keilmuan nasabnya terkait kedzuriatan sultan Banten.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.